Refleksi Hari Guru, KESMMAT Gelar Dialog Pendidikan

Mengenang jasa para guru sebagai sosok pahlawan tanpa tanda jasa, Kelompok Studi Mahasiswa Matematika (KESMMAT) melaksanakan kegiatan dialog peringatan hari guru yang jatuh pada tanggal 22 November 2018 lalu. Untuk Menyemarakan kegiatan ini, panitia dialog menghadirkan dua nara sumber yakni Aflan Arif, S.Pd dari Dinas Pendidikan Kota Ternate dan Ketua MGMP Pendidikan Matematika SMP Kota Ternate Zainudin Djumat, S.Pd.

Dialog peringatan hari guru ini, mengangkat Tema “Peran Guru dalam Pengembangan Potensi Intelektual Generasi Milenial Era Pendidikan Abad 21” dibuka Dekan FKIP Unkhair Dr. A. R. Tolangara, M.Si diruang 16 FKIP pada Sabtu (1/12) akhir pekan kemarin yang dihadiri oleh sebagian besar mahasiswa matematika lintas angkatan.

Koordinator Program Studi Pendidikan Matematika Dr. Karman La Nani, M.Si, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan budaya ilmiah mahasiswa dalam merefleksikan peringatan  hari-hari besar nasional.

“Melalui kegiatan dialog semacam ini, saya berharap dapat mengembangkan potensi intelektual mahasiswa sebagai generasi milenial di era pendidikan abad 21 sebab generasi milenial diperlukan kematangan potensi intelektualnya yang mumpuni sesuai bidang keilmuannya ” jelas Karman. Dirinya juga menyampaikan terima kasih kepada ketua panitia Vidia Amalia Adjis dan Wa Ode Nurul Hikmah selaku sekretaris atas kerja keras mereka sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar.

Dalam kesempatan itu, Aflan Arif, S.Pd  yang mewakili Kadis Pendidikan Kota Ternate selaku narasumber pertama memaparkan untuk mengembangkan potensi intelektual generasi milenial saat ini, seorang guru profesional harus memiliki empat kompetensi antara lain, pertama adalah Kompetensi Paedagogik.

Kompetensi pedagogik menurut Aflan, merupakan kompetensi guru yang berkaitan dengan cara pengelolaan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran dan pemahaman terhadap peserta didik. Dimana kompetensi ini meliputi kemampuan memahami peserta didik, merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, penilaian hasil belajar dan juga pengembangan.

“Kedua menyangkut dengan kompetensi profesional yaitu seorang guru harus mempunyai kemampuan yang berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran bidang studi secara luas dan mendalam mencakup penguasaan substansi keilmuan yang menaungi materi kurikulum tersebut” kata Aflan.

Ketiga adalah kompetensi kepribadian. Kompetensi ini terkait dengan sikap yang harus dimiliki oleh seorang guru. Aflan mengungkapkan kepribadian seorang guru harus mencerminkan profesi yang diembannya.Oleh karena itu, seorang guru harus mampu mencerminkan kepribadian diri yang berwibawa, berakhlak mulia dan menjadi teladan bagi peserta didiknya. Dan yang keempat kompetensi sosial yang merupakan salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang pendidik melalui cara yang baik dalam berkomunikasi dengan masyarakat sekitar termasuk didalamnya mampu untuk berkomunikasi dengan peserta didik, guru lain, orang tua atau wali murid dan warga di lingkungan sekolah.

Sementara Ketua MGMP Matematika SMP Kota Ternate Zainudin Djumat, S.Pd dalam dialognya membahas terkait menjadi guru profesional “kekinian” harus perlu memahami sains dan teknologi sesuai dengan perkembangan zaman “now”. Selain itu seorang guru harus mampu berpikir kritis dan sistematis serta berkomitmen, disiplin, adil dan mempunyai rasa tanggung jawab. (pkr-chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *