Kuliah Tamu : Penguatan Mahasiswa Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Era Milenial

Bahasa adalah sesuatu yang universal yang digunakan manusia sebagai media dalam berkomunikasi dan berinteraksi satu dengan yang lain, namun demikian ada manusia yang memiliki keterbatasan dalam melakukan interaksi secara verbal sehingga dalam berkomunikasi perlu menggunakan bahasa tersendiri.

Sementara dalam pembelajaran, maka konteks pembelajaran berkarakter harus lebih diutamakan sebab jika seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan tinggi tetapi tidak memiliki karakter yang baik yang didalamnya ada etika, moral, norma maupun nilai maka hal tersebut tidaklah berguna, kata Nihta V. F. Liando, MA. P.hD ketika menjadi narasumber pada kuliah tamu di Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, Rabu (19/12) di Aula Mini lantai 2 gedung FKIP Unkhair.

“Dalam etika akademik misalnya interaksi antara civitas akademika dikampus baik antara sesama mahaiswa, kemudian mahasiswa dengan dosen, mahasiswa dengan tenaga kependidikan termasuk dengan pimipinan itu perlu sekali dijaga etikanya” ucap salah satu assesor BAN-PT ini.

Selain itu dalam teori pembelajaran diperlukan pendekatan pembelajaran serta strategi pembelajaran. Dimana pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum.

“ada dua jenis pendekatan pembelajaran, pertama adalah pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan kedua pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach)” urai Nihta.

Dari sisi strategi pembelajaran terdapat empat unsur strategi diantaranya mengidentifikasi dan menetapkan spesifikasi dan kualifikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus dicapai dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya, kemudian mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (basic way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran, mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah yang akan dtempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran serta mempertimbangkan dan menetapkan tolok ukur dan patokan ukuran untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan usaha.

Strategi pembelajaran sendiri masih memilki sifat yang konseptual, oleh karena itu untuk mengimplementasikannya digunakan berbagai metode pembelajaran tertentu sebagai cara untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis agar mencapai tujuan pembelajaran.

“Ada beberapa metode pembelajaran seperti ceramah,diskusi, simulasi maupun debat, nah dalam metode pembelajaran diperlukan juga yang namanya teknik atau taktik pembelajaran untuk  mengimplementasikan metode secara spesifik” tambah Nihta.

Misalkan, kata Nihta penggunaan metode ceramah pada kelas dengan jumlah siswa yang relatif banyak membutuhkan teknik tersendiri, yang tentunya secara teknis akan berbeda dengan penggunaan metode ceramah pada kelas yang jumlah siswanya terbatas. Demikian pula, dengan penggunaan metode diskusi, perlu digunakan teknik yang berbeda pada kelas yang siswanya tergolong aktif dengan kelas yang siswanya tergolong pasif sehingga dalam hal ini, guru pun dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *