KBS-Malut Hadirkan “Negeri Kayangan” di Pro 1 RRI Ternate

Untuk menjawab tantangan kesusastraan saat ini  yang mulai redup serta tantangannya dimasa datang terutama budaya menulis dan membaca di kalangan generasi muda maka “Bacarita Sastra” hadir ketengah masyarakat Maluku Utara secara “live”melaui siaran radio.

Adalah  “Negeri Kayangan”, sebuah acara spektakuler yang hadir untuk menghibur para pendengar setia siaran Pro 1 RRI Ternate. Acara ini merupakan kerjasama Komunitas Bacarita Sastra Maluku Utara (KBS-Malut) dengan  RRI Ternate.

Program yang selalu dikemas secara menarik  dengan menghadirkan tamu-tamu  pilihan yang berwawasan global, berjiwa muda, dan mencintai petualangan. Dipadu puisi selingan sehingga menjadikan program tersebut bernilai global..

Menurut salah satu anggota KBS-Malut Asrul, M.Syawal, M.Pd, siaran “Negeri Kayangan” ini diramu secara variatif dan interaktif agar pendengar tidak bosan dan merasa terhibur di setiap aktivitas karena mengetengahkan dialog yang komprehensif dan masif.

“Jam tayangnya hadir setiap Rabu malam pukul 20.00-21.00 WIT setiap minggu pertama dan kedua” kata Asrul, Jumat  (25/1).

Asrul menambahkan, selain mengangkat masalah sosial-budaya, pendidikan, politik, hukum dan religi, acara ini juga mengangkat  fenomena terkini yang lahir di seputar anak muda yaitu cinta, persahabatan, karya, prestasi maupun lainnya yang sedang hangat diperbincangkan (viral),

Para pelaku dalam acara “Negeri Kayangan” terdiri dari Asrul M. Syawal, Muamar Abdul Halil, Saiful Latif, Anwar Ismail, Susana Bahara dan Astuti Salim.

Selain itu, untuk memperkaya khasana acara tersebut, KBS-Malut juga mengundang  pihak yang berkompeten seperti dari unsur kepolisian, pemerhati lingkungan, politisi maupun kaum intelektual dan profesional.

“Jadi ini tentu menghibur sekaligus menambah kepedulian dan wawasan pendengar dalam bersastra ataupun sebagi pengetahuan baru karena kita juga mengundang pihak-pihak yang punya komptensi dibidangnya ” kata dosen Pendidikan Bahasa Inggris ini.

Program spektakuler ini, kata Asrul mirip seperti acara sentilan sentilun yang ada disalah satu televisi swasta nasional. Acara “Negeri Kayangan” ini dipandu oleh Anwar  Ismail dengan bertindak sebagai raja, sementara yang lain sebagai bawahannya.  “Asyik, lucu dan menghibur karena pesan edukasinya terbungkus sempurna” sebut Asrul.

Dirinya menjelaskan tujuan dari program siaran ini adalah sebagai hiburan yang bernilai edukasi dan memperkuat budaya literasi agar ke depan kaum milenial lebih menghargai dan mencintai karya sastra. “Semoga KBS-Malut kedepan menjadi wahana pemersatu pecinta Sastra di Maluku Utara” tutupnya. (acl-chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *