Rapat Senat Fakultas, Bahas Tiga Agenda

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unkhair menggelar rapat senat yang dihadiri seluruh unsur pimpinan fakultas. Rapat yang dipimpin ketua senat fakultas Dr. Sutaryo M.Ed.Tesol tersebut berlangsung pada Jumat (1/2) membahas  tiga agenda rapat terkait penetapan yudisium fakultas dalam rangka wisuda sarjana strata 1 pada bulan Maret 2019, persiapan proses perkuliahan semester genap serta kelayakan untuk menjadi dosen FKIP atas nama Dr. Fahria Marasabessy, M.Pd.

Dalam kesempatan itu, Wakil Dekan I Dr. Hasan Hamid,M.Si  menyampaikan laporan mengenai Surat Keputusan Dekan  FKIP Unkhair No.599/UN44.C3/EP.02/2019 tentang yudisium mahasiswa FKIP Unkhair semester ganjil Tahun Akademik 2018/2019.

Dalam laporannya Wakil Dekan I mengkatakan jumlah mahasiswa FKIP yang diyudisium sebanyak 298 orang.

“Jumlah ini yang nanti kami kirimkan ke akademik universitas. Dari penilaian administrasi oleh tim dari akademik fakultas telah sesuai dengan ketentuan yang diberikan jadi tidak ada masalah, meskipun demikian jumlah calon wisudawan yang kita krim ini akan di cek kembali oleh pihak akademik universitas dengan mengacu pada Feeder Pangkalan Data Dikti” ujar Wadek I

Dari data laporan yang dirinci, terdapat 3 prodi teratas dari 10 prodi di FKIP yang menghasilkan jumlah calon wisudawan terbanyak. Dimana Prodi PGSD merupakan prodi yang menghasilkan jumlah terbanyak yang diyudisium yakni 55 mahasiwa. Selanjutnya prodi PG-PAUD dengan jumlah mahasiswa yang diyudisium sebanyak 45 orang serta prodi Pendidikan Geografi dengan 40 mahaisswa yang diyudisium.

Sementara agenda kedua yang dibahas dalam rapat tersebut terkait persiapan perkuliahan yang dimulai pada 12 Februari 2019. Dalam kesempatan itu, Wakil Dekan I mengatakan dalam watu dekat akan mengundang seluruh dosen dalam rangka untuk menyamakan persepsi terkait aturan akademik. Salah satunya tentang pengisin jurnal dan daftar hadir dosen.

Menurut Wadek I, sesuai ketentuan akademik seorang dosen harus mengadakan perkuliahan dengan jumlah minimal jam mengajar adalah sebanyak 14 kali pertemuan atau 80% dari total sebanyak 16 kali pertemuan.

“16 kali pertemuan itu 16 minggu jadi bukan 16 kali pertemuan hanya dalam beberapa waktu tertentu saja, misalnya 2 atau 3 kali pertemuan dalam seminggu ini yang keliru karena melanggar aturan akademik” tegas pria berkacamata ini.

Dalam rapat tersebut, para anggota senat juga membahas kelayakan menjadi dosen atas nama Dr. Fahria Marasabessy, M.Pd. Setelah dilakukan pembahasan yang cukup alot, akhirnya seluruh anggota senat menyetujui dan menerimanya. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *