Koordinator Prodi Pendidikan Matematika: Kemampuan Awal Matematika bagi Mahasiswa Barunya Perlu Ditingkatkan

Setelah melaksanakan kegiatan tes Kemampuan Awal Matematika (KAM) bagi mahasiswa baru Program Studi (Prodi) Pendidikan Matematika yang dilaksanakan pada Sabtu, 31 Agustus 2019 lalu, kini baru dapat diketahui hasilnya. Tes KAM ini, diikuti 58 mahasiswa baru dari 75 mahasiswa yang diterima diprodi matematika telah mengerjakan sebanyak 20 soal tes berbentuk essay selama 2 jam (120 menit).

“Soal tes KAM yang bertujuan mengetahui kemampuan dasar matematika disusun oleh tim dosen prodi pendidikan matematika sejak tahun 2018 yang lalu. Dimana, deskripsi hasil tes KAM diperoleh skor minimum 7 dan skor maksimum 83, serta skor rata-rata sebesar 31,65 dengan simpangan baku 17,97.  Hasil tes KAM mahasiswa matematika ini kami klasifikasikan berdasarkan pendekatan acuan patokan (PAN) skala 3 diperoleh 16 siswa 27,86% dalam kategori kemampuan awal tinggi, sementara 20 siswa (34,48%) dalam kategori kemampuan awal sedang dan terdapat 22 siswa (37,93%) dalam kategori kemampuan awal rendah” kata Koordinator prodi pendidikan matematika Dr. Karman La Nani, Senin (9/9).

Menurutnya, kemampuan awal matematika mahasiswa baru pendidikan matematika tahun 2019 secara diskriptif berdasarkan skor rata-rata yang diperoleh sebesar 31,65 masih tergolong rendah, karena tingkat penguasaan mahasiswa baru secara keseluruhan terhadap konsep dasar matematika dalam soal tes KAM baru mencapai 31,65% dari SMI 100.

Selain itu, terdapat 37 mahasiswa (63,79%) memperoleh skor dibawah rata-rata, dan 21 mahasiswa (36,21%) diatas rata-rata. Oleh karena itu, hasil tes ini memberikan gambaran bahwa kemampuan awal matematika mahasiswa baru Prodi Pendidikan Matematika tahun 2019 masih teridentifikasi rendah sehingga sangat perlu ditingkatkan.

“Maka untuk mengatasi rendahnya kemampuan awal matematika dari para mahasiswa tersebut prodi melalui program kerja KESMMAT akan mengaktifkan komunitas yang telah dibentuk dengan kegiatan kajian-kajian matematika dasar. Nah, kegiatan kajian matematika dasar oleh komunitas mahasiswa matematika ini, nantinya dilaksanakan setiap hari Sabtu dibawah bimbingan beberapa dosen program studi melalui pengawasan koordinator program studi” tambah Karman.

Dirinya menyebutkan, hasil tes KAM mahasiswa ini akan diberikan kepada para dosen yang mengasuh mata kuliah matematika di semester pertama agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bagi kepentingan  perkuliahannya. Selain itu, hasil tes KAM ini akan menjadi dasar bagi pengembangan kompetensi dan kualitas belajar mahasiswa.

Pria yang kerap disapa “Pakar” ini, juga menjelaskan melalui keikutsertaan mahasiswa dalam kegiatan tes awal selain mengetahui hasil tes KAM mereka, dirinya juga mengetahui sekolah asal serta jurusan saat masih berada di tingkat SMA atau sederajat. Dirinya mengklasifikasikan dari 58 mahasiswa yang mengikuti tes KAM terdapat 52 mahasiswa (89,66%) berasal dari SMA sedangkan 6 lainnya (10,34%) berasal dari SMK. Ditinjau berdasarkan jurusannya, terdapat 77,58% dengan jurusan IPA dan sisanya 22,42% dengan latar SMA jurusan selain IPA.

Dia berharap dengan dilakukan pengklasifikasian baik hasil tes maupun asal sekolah dan jurusannya dapat memudahkan para dosen matematika sebagai dasar pengembangan kualitas perkuliahan guna meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan mahasiswanya menjadi lebih mumpuni dibidang matematika. (pkr-chn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *