Peringati Hardiknas dengan Seminar Nasional

Usai melaksanakan upacara bendera yang dipusatkan di halaman gedung FKIP dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2019 kemarin, hari ini Jumat (3/5) FKIP kembali menggelar seminar nasional sebagai rangkaian kegiatan dalam memperingati Hardiknas.

Seminar nasional yang dilaksanakan di Aula Mini lantai 2 gedung FKIP, mengangkat tema “Penyiapan Guru Profesional di Era Revolusi Industri 4.0” dengan menghadirkan instruktur PPG-SM3T Universitas Negeri Makassar Dr. Suardi S.Pd, M.Pd.

Dalam pemaparannya Dr. Suardi menyebut saat ini telah terjadi pergeseran dunia ke arah digital. Oleh karena itu guru sebagai garda terdepan pendidikan harus siap mengelola perubahan ini meskipun disibukkan oleh beban kurikulum dan administratif yang sangat padat. Para guru perlu meng-upgrade terus pengetahuannya baik dengan banyak membaca, berdiskusi dengan sejawat, maupun bertanya pada para ahli demi memahami sesuatu sesuai zamannya atau selalu up to date.

Dengan pergeseran ini menyebabkan peserta didik dikelilingi berbagai sumber belajar yang bisa dibawa kemana-mana sehingga dengan mudah dapat memperoleh berbagai informasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan.

“Untuk itu, guru seharusnya menunjukkan sikap yang bersahabat dengan pergeseran ini” sebut Suardi.

Selain itu, murid harus dipandang sebagai subyek aktif yang memiliki daya seleksi dan daya interpretasi, serta daya kreasi tinggi terhadap topik yang diangkat dalam proses pembelajaran.

“Pendekatan ini bukan berprinsip benar atau salah, tetapi bagaimana mengembangkan kemampuan bernalar dan berargumentasi siswa” tambahnya.

Menurutnya, karakteristik siswa zaman sekarang sangat bergantung atau bahkan menggantungkan diri mereka pada internet. Namun demikian mereka harus tetap dikontrol oleh guru selama berada dilingkungan sekolah dalam proses pembelajaran agar target pencapaian pengetahuannya mampu mereka raih.

“Guru perlu dibiasakan tidak sekedar mengunduh, tetapi juga mengunggah karya-karya tulisnya di internet sehingga bisa memberikan sumbangan pemikiran bagi upaya peningkatan kualitas pembelajaran” katanya. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *