Polri dan Unkhair Teken MoU soal Pendidikan

Asisten SDM Polri Irjen (Pol) Eko Indra Heri dan Rektor Univeristas Khairun (Unkhair) Prof. Dr. Husen Alting, SH, MH menandatangani nota kesepahaman (MoU) serta perjanjian kerjasama antara Polri dan Unkhair di Aula Mini lantai 2 gedung FKIP unkhair Akehuda, Kamis (25/4).

Acara penandatanganan yang dimulai pukul 09.00 WIT tersebut juga dihadiri Kapolda Maluku Utara Brigjen (Pol) Suroto serta para Wakil Rektor Unkhair.

Adapun isi dari nota kesepahaman ini mencakup penyelengaraan pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan kelembagaan serta kerjasama lain yang disepakati.

Dalam sambutannya, rektor Unkhair didepan para undangan menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Polri yang telah melakukan kerjasama dengan Unkhair. Menurutnya, Unkhair sebelumnya juga telah menjalin kerjasama dengan Polda Maluku Utara.

Saat ini kata Rektor, terdapat delapan fakultas yang dimiliki Unkhair serta pasca sarjana. Sementara untuk Program Studi (Prodi) yang ada di Unkhair seluruhnya telah terakreditasi “B” bahkan dua prodi diantaranya telah terakreditasi “A”.

“Seluruh prodi di Unkhair kini telah terakreditasi “B” sedangkan dua prodi yakni prodi Teknik Sipil dan prodi Ilmu Kelautan fakultas Perikanan berhasil meraih akreditasi “A”, jadi  di Maluku Utara hanya dua prodi ini yang memperoleh akreditasi “A”, oleh karena itu Unkhair siap untuk menampung personil Polri untuk melanjutkan  studi di Unkhair “sebut rektor.

Lebih jauh rektor 2 periode ini menjelaskan, hingga 2019 ini jumlah tenaga dosen di Unkhair sebanyak 581 orang dengan 134 diantaranya telah bergelar doktor dan 5 guru besar serta terdapat 23 orang sebagai dosen kontrak.

“Sebanyak tiga ribu orang tamatan SMA setiap tahunnya mendaftar di Unkhair, dimana  untuk tahun 2019 ini calon mahasiswanya berasal dari 19 provinsi di Indonesia” kata rektor

Sementara itu, Asisten SDM Polri Irjen (Pol) Eko Indra Heri menegaskan SDM Polri perlu terus ditingktakan mengingat tuntutan kinerja Polri yang tinggi dan terus meningkat setiap tahunnya. Menurutnya, pelaksanaan MoU ini dimaksudkan untuk membangun SDM Polri agar dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi personilnya.

“Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan maupun kompetensi Polri maka kita “paksa” para personil untuk melanjutkan studi baik itu S1, S2 maupun S3” tegas Irjen Eko.

Dirinya menambahkan, di era revolusi industri 4.0 tantangan bagi Polri dan negara semakin tinggi, untuk itu dibutuhkan kemampuan SDM Polri yang mumpuni. Selian itu, Polri juga merupakan bagian dari masyarakat sehingga dalam memberikan pelayanannya Polri harus memberikan pelayanan yang sebaik-baiknya. (chn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *